Umumnya bagi para pencari kerja,
terutama para pencari kerja baru/ fresh graduated yang mayoritas berasal dari
para lulusan baru di berbagai perguruan tinggi maupun Sekolah Menengah Atas/Kejuruan
masih memiliki keinginan dan idelisme yang tinggi terhadap posisi kerja yang
diminati. Kebetulan, saya sebagai HR-Recruitment di salah satu perusahaan
swasta, yang sehari-hari mewawancarai/interview para pelamar kerja, sudah dapat
menyimpulkan (bahkan orang awam sekalipun pasti dapat memberikan kesimpulan
yang sama dengan saya) umumnya para pencari kerja fresh graduated, apabila diberikan
suatu pilihan posisi (misalkan : ADMIN atau MARKETING?), maka sudah dapat
ditebak, mereka akan lebih banyak memilih posisi yang menurut mereka “AMAN”,
maksudnya tidak ingin terbebani dengan pekerjaan yang berhubungan dengan TARGET
(maksudnya adalah posisi ADMIN), padahal semua pekerjaan pun pastilah ada
targetnya, Staff Admin sekalipun pasti memiliki target berupa target penyelesaian
pekerjaaan tepat waktu (dateline), skala prioritas, dan jumlah
laporan/pekerjaan yang dapat diselesaikan atau tidak.
Bagi saya, hal itu sepintas masih
bisa dikatakan “WAJAR”. AKAN TETAPI…,keinginan mereka tentang suatu posisi
kerja, sudah seharusnya diimbangi juga dengan kesiapan mereka berupa kemampuan
atau keahlian yang bisa diandalkan untuk menunjang pekerjaan mereka nantinya.
Dari analisis saya, keinginan para pencari kerja baru/fresh
graduated biasanya berupa :
1.
Posisi kerja yang tanpa memerlukan target
angka/penjualan
2.
Gaji atau penghasilan yang tinggi
3.
Jenjang karir yang cepat.
Padahal, dari 3 (tiga) point utama diatas, satu dengan yang
lainnya bisa saling bertolak belakang.
Berikut akan saya coba tanggapi 3 (tiga) point diatas,
sebagai berikut:
1. Posisi kerja yang tanpa memerlukan target
angka/penjualan
Tanggapan saya :
Apabila para pencari kerja menginginkan posisi kerja
yang dianggapnya “AMAN” menurut mereka (dianggap tidak perlu target
angka/penjualan), maka konsekuansinya mereka harus memiliki atau mempersiapkan
diri untuk menguasai kemampuan mengoperasikan computer, minimal Microsoft
Office (Word, Excel, & powerpoint) ditambah lagi dengan kemampuan akses
internet.
Saya sering katakan kepada para pencari kerja untuk
mengubah cara/pola berfikir (mindset) mereka, bahwa pekerjaan sebagai ADMIN bukan hanya sebatas : Mengetik tulisan yang sudah ada (menyalin); Filling dokumen
(pengarsipan) ataupun edit & copy dokumen. Karena bila pekerjaan Admin
hanya sebatas itu, bisa saya katakan kalau (maaf) seorang Office Boy (OB) saya
juga sudah bisa mengerjakannya sendiri, dengan tingkat pendidikan yang
terbatas.
Pekerjaan sebagai ADMIN sebenarnya lebih kompleks dari
itu, banyak data yang harus diolah terlebih dahulu sebelum menjadi sebuah
Laporan/Report.
Dengan demikian, bisa saya katakan, bagi para pencari
kerja yang berminat di posisi Admin, wajib menguasai terutama Program EXCEL (Ms.excel), terutama yang
seringkali digunakan berupa fungsi-fungsi
: MATEMATIK (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dll), Fungsi IF,
VLOOKUP/HLOOKUP, CONDITIONAL FORMATTING, PIVOTABLE, kombinasi dengan CHART/GRAFIK,
serta fungsi-fungsi lainnya, selain kemampuan Ms.Word & Powerpoint untuk
keperluan pembuatan bahan/modul presentasi, dll.
Menurut saya, di saat sekarang ini yang orang bilang
serba canggih dan praktis, maka untuk mendapatkan suatu ilmu pengetahuan atau
menambah wawasan, tidaklah sesulit saya dulu yang harus bersusah payah datang
ke toko buku untuk mencari literature atau buku yang dibutuhkan.
Saat ini, anda cukup mencarinya di “mbah google
(googling)", karena disana sudah banyak tersedia tutorial tentang EXCEL atau
fungsi-fungsi excel yang kita butuhkan untuk dipelajari.
2. Gaji atau penghasilan yang tinggi
Tanggapan saya :
Berbicara
tentang posisi kerja dengan penghasilan yang paling tinggi, sudah tentulah
posisi MARKETING/SALES, atau Bagian
Penjualan Lainnya. Karena secara LOGIKA,
untuk posisi MARKETING/SALES, selain
mendapatkan Gaji pokok serta tunjangan lainnya yang bersifat tetap/fix income,
mereka tentunya masih bisa berharap penghasilan
lebihnya bahkan tak terbatas, dari Insentif ataupun komisi dengan skim
yang berlaku (walaupun ada Marketing/Sales yang sifatnya paruh waktu/freelance, tanpa
gaji pokok/fix income, biasanya berbentuk basic allowance dengan skim
yang dibuat menarik dan kompetitif).
Berbeda dengan
seorang tenaga STAFF ADMIN, yang sudah jelas hanya mengandalkan penghasilan
dari Gaji pokok serta tunjangan lainnya yang bersifat tetap/fix income.
Penghasilan lebih baru bisa didapat hanya dari overtime (lemburan), tapi itupun
sudah dibatasi tiap bulannya tidak boleh melebihi dari 56 jam (sesuai aturan
Ketenagakerjaan yang berlaku), karena pada dasarnya, lemburan dibutuhkan hanya sewaktu-waktu
bila ada pekerjaaan yang bersifat mendesak yang harus segera diselesaikan
(urgent), dan tentu tidak setiap hari, karena perusahaan tentunya akan berusaha
menekan cost/biaya overtime (lemburan) sebagai biaya operasional.
3. Jenjang karir yang cepat.
Tanggapan saya :
Berdasarkan
pengalaman saya bekerja di beberapa perusahaan, posisi MARKETING/RELATION OFFICER atau SALES sekalipun memiliki kecenderungan peningkatan/kenaikan jenjang
karir yang lebih cepat dibandingkan posisi tenaga operasional (Admin, dll),
karena secara logika mereka yang berposisi MARKETING/RELATION OFFICER atau
SALES merupakan ujung tombak atau penghasil Utama omset ataupun keuntungan/laba
perusahaan, sehingga wajar prestasi mereka lebih dihargai dalam bentuk
peningkatan karir, selain komisi, insentif, atau bonus sekalipun. Bukan berarti
posisi di bagian operasional/Admin tidak memiliki peluang karir yang pasti,
tetapi ada kecenderungan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapainya.
Sebagai Tambahan, selain dari tanggapan
atas 3 (tiga point) di atas, ada satu hal lagi yang perlu dipersiapkan oleh
para pencari kerja saat ini, yaitu tentang kemampuan Berbahasa Asing, minimal menguasai salah satu dari bahasa asing
tersebut. Beberapa bahasa asing yang sering digunakan di dunia internasional,
antara lain : Bahasa Inggris (Utama tentunya), Bahasa Mandarin/Tiongkok, Bahasa
Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol (Amerika Latin) & Bahasa Jerman, serta Bahasa Arab
(untuk kawasan Timur Tengah), diantara berbagai bahasa asing lainnya.
Akan tetapi,
paling tidak/minimal Bahasa Inggris
sebagai bahasa Internasional, baik
lisan maupun tulisan, karena berdasarkan pengalaman saya juga, saat ini sudah
banyak beberapa perusahaan besar (nasional maupun asing) yang sudah menggunakan
bahasa Inggris sebagai bahasa
pengantar atau percakapan sehari-hari di lingkungan kantor/tempat bekerja.
Hal ini pun
sebenarnya berguna untuk menghadapi persaingan ke depannya (AFTA ataupun MEA)
dimana cepat atau lambat kita tidak hanya bersaing dengan sesama pencari kerja
dari bangsa kita sendiri, tetapi juga dengan para pencari kerja asing/dari negara
lain yang tentunya juga mereka telah mempersiapkan diri baik keahlian ataupun
kemampuan lainnya (kualifikasi).
Demikian sedikit ulasan saya, agar
para pencari kerja lebih siap dalam menghadapi persaingan untuk mendapatkan
pekerjaaan dengan posisi kerja yang diinginkan.
Wasalam
ALAN